Di Tipu 85 Juta, Pasutri TKI Asal Oemofa Mengadu Ke Satgas TKI Nonprosedural

Kupang-Suryatts.Com, Peres Tanuab dan Welhelmina Mau, Pasangan suami istri (Pasutri) asal Oemofa Rt.13/Rw.07 Desa Oemofa Kecamatan Am’Abi Oefeto Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa tenggara timur. Selasa(28/5/2019) terpaksa mengadu ke Posko Satuan Tugas TKI Non Prosedural Bandara Eltari Kupang, setelah merasa telah di tipu oleh YB dan BO.

Sesuai pengakuan Peres Tanuab dan Welhelmina Mau serta informasi yang di himpun media ini. YB dan BO merupakan agen salah satu PT Kelapa Sawit di Negeri Jiran Malaysia. Peres Tanuab dan Welhelmina Mau merupakan pasangan suami istri yang di rekrut YB pada tahun 2013 untuk di pekerjakan di Malaysia.

“Sesampainya di Pontianak, kami di tampung di Agen dan bertemulah dengan BO yang adalah suami YB. setelah satu minggu di  penampungan barulah Paspor kami terbit untuk bisa masuk ke Malaysia. BO yang mengurus Paspor, kemudian mengantar kami ke Malaysia Timur dan menyerahkan pada Perusahan Kelapa Sawit.”,

“Saat BO hendak kembali ke Indonesia, dirinya mangatakan bahwa gaji/upah kerja saya yang akan terima sampai selesai kontrak kerja selama tiga tahun dan kembali ke Indonesia barulah Peres Tanuab dan Istrinya Welhelmina bisa mengambil uang di Saya(BO)” Tutur Peres Tanuab.

Lebih lanjut Peres Tanuab mengatakan “ Setelah bekerja selama tiga tahun, pada bulan November 2018 setelah selesai masa kontrak kerja dan ke dua TKI ini kembali ke tanah air Indonesia via agen penyalur(BO) untuk mengambil uang kami sebesar 25 Ringgit Malaysia atau dalam hitungan rupiah mencapai 85 juta.”

“Tapi sayang, perjuangan Pasutri ini selama tiga bekerja di negeri jiran hanyalah cerita saja dikarenakan YB dan BO telah menghabiskan uang tersebut dengan alasan BO pernah tertangkap Polisi di perbatasan saat meloloskan satu orang perempuan untuk masuk ke Malaysia sehingga uang kalian saya pinjam dulu untuk bayar denda.”, Pungkas Peres Tanuab

“Mengetahui keadaan ini, BO dan YB berjanji kembali ke Kupang pada bulan Agustus 2018 untuk menggadaikan sertfikat rumah di bank atau koperasi, guna mengembalikan uang kami. Saya dan Istri juga sudah sampai ke rumah BO dan YB di Jalan Timor Raya dekat pasar lili camplong untuk menanyakan sudah sejauh mana proses penggantian uang kami, namun jawaban yang kami dapat uang masih di proses di bank dan belum cair.”,

Seminggu kemudian setelah dari rumah BO dan YB kami kembali mencoba menghubungi BO namun tidak berada di tempat dan menurut saudari peremuan BO mengatakan bahwa BO sudah kembali ke Pontianak. Nomor Handphone BO dan YB juga tidak bisa dihubungi lagi sampai saat ini.

Arman Tanono,SH yang mendampingi Peres Tanuab dan Welhwlmina Mau saat dihubungi mengatakan “Dalam waktu dekat usai hari raya idul fitri, pasti kita laporkan kejadian ke Mapolda Nusa tenggara timur. Agar pasutri ini, bisa mendapat keadilan dari kejadian yang dialami mereka.” Kata Arman (Sumber: Volkes Nunes,SH.,MH)

24 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *