Renungan Kristiani Minggu 23/6/2019 ; HARI DEPAN DALAM PERSAHABATAN

Oleh : Pendeta Daud Otemusu,S.Th (Amsal : 27:5-6 dan 10)

Lebih baik teguran yang nyata- nyata dari pada kasih yang tersembunyi. Seorang kawan memukul dgn maksud baik tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. Amsal 27:5-6. Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang meletihkan dan menjengkelkan tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang, seperti besi menajamkan besi, demikian sahabat menajamkan sahabatnya (17). Persahabatan di warnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur- disakiti, diperhatikan- dikecewakan, didengarkan- diabaikan,dibantu- ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja d lakukan dengan tujuan kebencian. Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan justru kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya (5).

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah (6). Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeluharaan dan kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita datang menemuinya (10) . Persahabatan tidak di mulai dari seorang yang memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yabg di butuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang di awali dengan sikap egoistis.

Semua orang membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkanya. Semua orang membutuhkan sahabat sejati, namun terkadang kita sendiri enggan untuk menjadi sahabat yang baik itu. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dihianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain: masalah bisnis, masalah UUD ( ujung-ujungnya duit), ketidakterbukaan, ketidaksetiaan dan lain- lain. Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil di patahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Tuhan Yesus menghadirkan sahabat di samping kita, agar kasihNya tersalur kepada kita. Dan Tuhan menjadikan kita sebagai sahabat bagi orang lain, agar melalui kita kasihNya menjadi nyata.
Terlebih daripada itu, Yesus adalah sahabat tang sejati itu. Ia mendoakan kita, Ia setia menolong kita di saat- saat yang kita harapkan maupun yang kita abaikan.. Selamat bersahabat. Tuhan Yesus memberkati. Amin

12 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *