LAKUKAN PEMBIARAN EKPSPLOITASI SEKSUAL PADA KAUM DIVABEL, KIPDA MINTA BUPATI TTS TINDAK TEGAS DUA KADES

KOTASOE-SURYATTS.COM, Menyikapi keberadaan dua perempuan kaum Divabel asal Desa Oehan dan Desa Lasi kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mengalami Eksploitasi Seksual Ketua Komite Penyandang Disabilitas(KIPDA) TTS meminta agar Pemerintah lebih tegas menanggapi kejadian ini dan dengan tegas memberikan peringatan keras terhadap Dua Kades sebagai perpanjangan tangan Pemerintah yang membiarkan kejadian ini sehingga mengakibatkan Eksploitasi seksual tersebut terus berlanjut.

Hal ini dikatakan Ketua KIPDA Imanuel Nuban saat menemui media ini, Sabtu(13/7/2019). Dirinya kecewa dengan sikap pemerintah desa Oehan yang membiarkan eksploitasi Seksual terjadi pada dua kakak beradik kaum Divabel Lisa Kabnani(35) dan Lina Kabnani(33)

“Kisah pilu dua kakak beradik yang terus terjadi tanpa ada perhatian dari pemerintah desa mengakibatkan Lisa Kabnani memiliki tiga orang anak tanpa ayah dan Lina Kabnani juga mempunyai dua orang anak yang tidak memiliki ayah juga. Untuk tidak terulang lagi dan mengurangi penderitaan yang di alami mereka, peran pemerintah sangat dibutuhkan.” Ucap Imanuel Nuban

Lebih lanjut Imanuel mengatakan “Kedua Perempuan ini adalah Penyandang Disabilitas dengan Tuna Grahita Berat yang artinya Lemah Pikiran atau Terbelakang Mental dengan memiliki Intelegensi Rendah yang mengakibatkan tidak bisa mengikuti pendidikan karena memiliki IQ di bawah 30% bahkan mereka sangat membutuhkan bantuan orang lain dalam mengurus diri. Sampai saat ini, kisah kelam kakak beradik ini belum pernah ditangani pemerintah desa Oehan, pihak gereja, lembaga adat dan keluarga pun memilih diam membisu terhadap kejadian ini.” Tutur Imanuel

Lebih lanjut Imanuel Nuban mengatakan “Menyimak kunjungan dari Tim Peduli Kemanusian pada hari Sabtu 6 Juli 2019 maka tindakan dari para pelaku yang sampai saat ini belum terungkap adalah sebuah kekejian dan sangat tidak manusiawi.”,

“Bahwa sebenarnya bukan hanya di Desa Oehan saja tetapi Di Desa Lasi ada korban juga seorang Perempuan Penyandang Disabilitas jenis Tuna Grahita Ringan juga mengalami hal yang sama yakni Geby Nuban yang sudah memiliki 2 Orang dengan Bapak yang berbeda. Namun sangat disayangkan karena pelaku untuk anak pertama telah mengakui dan untuk ke 2 pun pelakunya telah dikantongi tetapi sangat disayangkan Pemerintah Desa Lasi bersama Tokoh Masyarkat,Gereja dan keluarga membiarkan masalah ini digantung begitu saja tanpa ada kejelasan akan penyelesaiannya” Jelas Ketua KIPDA

Untuk itu, KIPDA Timor tengah Selatan meminta agar Bupati dan Wakil Bupati segera memberi peringatan keras kepada kepala desa Lasi E.F. Nabuasa dan Kades Oehan yang telah menunjukan ketidakmampuan dalam menjaga dan melindungi masyarakat mereka. Karena Kaum Divabel juga ada manusia dan warga negara republik Indonesia, maka mereka berhak mendapatkan perlindungan dari Negara yakni Pemerintah. Kepada Dinas Sosial, tolong berikan perlindungan sosial kepada para korban sesuai surat yang telah kami sampaikan secara tertulis tapi sampai saat ini belum direspon.

Kepada pihak Gereja, kami berharap agar bisa terus menyuarakan himbauan STOP EKSPLOITASI SEKS PADA KAUM DIVABEL” lewat suara-suara gembala di setiap ibadah. Dan Kepada kaum Disabilitas saya berharap untuk tidak takut melaporkan setiap kejadian apapun yang dialami dalam. (YABES)

10 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *