KASUS DANA DESA NULE ; ARAKSI SEBUT INSPEKTORAT TTS LELET

Kota Soe-Suryatts.com, “Sebagai auditor pemerintah, Inspektorat Kabupaten Timor tengah selatan Provinsi Nusa tenggara timur harusnya bisa lebih cekatan dalam menghitung kerugian negara dari kasus-kasus dugaan penyelewengan dana desa yang saat ini sedang terjadi dan di tangani penegak hokum.”

Hal ini diungkapkan Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi Alfred Baun saat di hubungi media ini terkait lambatnya penanganan kasus dugaan penyelewengan dan Desa Nule Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor tengah Selatan.

Alfred Baun mengatakan “Dugaan kasus penyelewengan Dana Desa Nule Kecamatan Amanuban Barat telah ditangani penyidik Polres Timor tengah selatan, sesuai hasil konfirmasi Araksi dengan Pak Kasat Reskrim. Kasus ini terus ditindaklanjuti, hanya saat ini terhambat atau terkendala di Inspektorat Kabupaten Timor tengah selatan yang sampai saat ini belum menyerahan hasil perhitungan kerugian Negara.” Ucap Alfred

“Kita harap, Inspektorat Kabupaten Timor tengah selatan  pimpinan Pak Jacobis Nahas jangan lelet, jangan terlalu sanatai dan lebih cekatan dalam menghitung dugaan kerugian Negara yang telah dilakukan oknum-oknum perangkat desa di daerah ini. Kekurangan tenaga, jangan dijadikan alasan. Sehingga kami berharap secepat mungkin memberikan hasil perhitungan kerugian Negara untuk Desa Nule.” Tegas Alfred Baun

Terkait hal ini, Keterwakilan Pemuda Desa Nule Arman Tanono,SH saat dimintai komentarnya tentang keadaan ini mengatakan “Saya rasa keadaan ini bukan hal yang baru, sehingga terkesan ada pembiaran yang dilakukan. untuk itu kami harap pihak penegak hukum baik Kejaksaan maupun Kepolisian agar secepatnya bisa ambil alih penanganan kasus ini karena jika dibiarkan Ispektorat akan seperti ini terus” Kata Arman

Dari keadaan yang selalu seperti ini, Arman menduga ada permainan antara pihak Inspektorat dengan desa-desa yang sedang bermasalah. “Jika seperti ini terus, wajarlah kami menduga ada permainan antara inspektorat dengan desa-desa yang bermasalah. Mengapa? karena pantauan kami yang terjadi selama ini, inspektorat hanya melakukan pemeriksaan administrasi saja tanpa ada uji petik dilapangan. kami contohkan saja desa kami, kejadian yang sekarang terjadi ini bukan baru terjadi tertapi ini sudah dari tahun 2017. Sehingga kami mohon ada perhatian serius dari para penegak hukum terhadap kasus ini.” Harap Arman

Sampai berita ini dilansir, Kepala Inspektorat  Kabupaten Timor Tengah Selatan Jacobis Nahas, belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini.(YABES)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *