PENDAMPING PKH NUNLEU; KLARIFKASI TAK DIGUBRIS, SAYA LAPOR YEHESKIEL OTU CS KE POLISI

 

 

 

 

Kota Soe-Suryatts.com, “Sesuai hasil klarifikasi pada hari Senin tanggal 22 Juli 2019 di ruang komisi IV DPRD Kabupaten Timor tengah selatan, saya sudah bertemu dengan saudara Yeheskiel Otu, Jitro Missa dan Yairus Tefa masyarakat desa Nunleu penerima manfaat dan telah lakukan klarifikasi tentang dugaan pungli yang diadukan dan di saat itu semua sudah di jelaskan”

Demikian dikatakan Idaleta Yuliana Missa Pendamping Program Keluarga Harapan Desa Nunleu Kecamatan Amanatun Selatan Jumat(30/8/2019) saat kembali menemui Komisi IV DPRD Kabupaten Timor tengah selatan. Didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTS Nikson Nomleni dan Kordinator PKH Tingkat Kabupaten, Idaleta merasa telah terjadi pembunuhan karakter yang dilalukan Yeheskiel CS terhadap dirinya melalui konten-konten postingan yang masih ada di Medsos.

“Sepengetahuan saya dan Dinas Sosial Kabupaten TTS, persoalan ini telah selesai karena sudah ada klarifikasi resmi dari saya dan tim Kordinator Kabupaten tentang kejadian tersebut. Tapi sekarang yang terjadi, kejadian masih terus dilaporkan lagi hingga tingkat provinsi. Sehingga, jika klarifikasi ke dua ini masih tidak digubris oleh Yeheskiel Otu CS pasti saya tempu jalur hukum” Tegas Idaleta.

Kadis Sosial Nikson Nomleni pada kesempatan itu mengatakan “Ini sudah menjadi konsumsi publik dan sebenarnya kejadian ini sudah ada klarifikasi resmi dari rekan-rekan Kordinator kabupaten dan kecamatan yang dilampirkan dengan bukti-bukti jelas bahwa tidak adanya dugaan pungli yang dilakukan petugas PKH melainkan semua tugas dilaksanakan sesuai SOP.” Ucap Kadis Nikson

Tentang langkah selanjutnya yang akan di tempu dinas Sosial, Kadis mengatakan “terkait hal ini, saya akan kordinasikan dengan pimpinan daerah karena ini menyangkut manajemen pengelolaan di daerah ini. Jika dari hasil Kordinasi dan Pimpinan daerah menginstruksikan untuk tempu jalur hukum pasti kami tempu jalur hukum karena ini merupakan pembunuhan karakter baik personal maupun dinas.” Pungkas Nikson

Anggota DPRD terpilih Marthen Tualaka saat menerima Kadis Sosial bersama Idaleta Yuliana Misa bersama Kordinator PKH Kabupaten hanya mengatakan “Jika sudah ada klarifikasi dan pembuktian resmi dari pendamping, Kordinator Lapangan, Kordinator Kabupaten serta Dinas Sosial Kabupaten Timor tengah selatan yang membuktikan tidak adanya pungli tapi kejadian ini masih dilanjutkan oleh pihak pengadu sehingga membuat ada yang dirugikan Silahkan tempu proses hukum saja” Tegas Marthen Tualaka

Sedangkan Jason Benu Kades Partai Nasdem yang kembali terpilih menjadi wakil rakyat ini pada kesempatan tersebut mengatakan “saya lebih menitikberatkan pada pendampingan yang dilakukan saat penerima manfaat menerima bantuan, memang benar sesuai SOP pendamping yang berhak mendampingi penerima manfaat tapi dengan kondisi tingkat pemahaman yang dimiliki masyarakat kita. saya berharap adanya kebijakan sehingga penerima manfaat juga bisa diberi ruang untuk didampingi keluarga atau orang yang mereka percaya. Hal ini saya katakan hanya untuk menghindari terjadinya kejadian-kejadian seperti yang saat ini terjadi” Jelas Jason

Idaleta diadukan ke Komisi IV DPRD TTS setelah di duga telah melakukan pungutan sebesar Rp.15.000 kepada 402 KK Penerima manfaat di Desa Nunleu Kecamatan Amanatun Selatan, selain itu dirinya juga diduga telah melakukan pemotongan bantuan dengan nilai Rp.100.000 sampai dengan 400.000 rupiah dan telah diklarifikasikan oleh Idaleta bahwa Jumlah penerima manfaat bukan 402 KK tetapi 367 KK. Bahwa tidak benar ada pemotongan sebesar Rp.15.000 melainkan itu adalah biaya administrasi penggunaan jasa BRILink sebesar Rp.10.000 dan biaya tersebut di potong sesuai berita acara kesepakatan bersama seluruh penerima manfaat di desa Nunleu. Sedangkan Rp.5.000 adalah inisiatif dari penerima manfaat sendiri untuk biaya konsumsi pada saat pertemuan bersama.

Bahwa sesuai kros cek data baik data pendamping, data PPKH Kabupaten dan hasil print out rekening koran BRI. Tidak ditemukan adanya pemotongan yang dilakukan oleh Pendamping Idaleta Yuliana Missa karena jumlah uang yang dibayarkan sesuai dengan form kontrol yang dikeluarkan Kementerian Sosial melalui PPKH Kabupaten Timor tengah selatan. (YABES)

30 total views, 1 views today

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *