Material Gedung PAUD Desa Tuafanu Rusak, TPK Minta Suplayer Tanggung Jawab

Tuafanu-Suryatts.Com, Pekerjaan pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terletak di Dusun dua(2) Rt./Rw. yang menggunakan dana desa Tuafanu tahun 2018, sampai saat ini belum dikerjakan sehingga material(Semen) yang di beli menjadi rusak dan tidak dapat dipergunakan lagi.

Dari total anggaran seratus empat puluh juta yang telah dianggarkan,  tanpa surat perintah kerja(SPK) Kepala Desa Tuafanu telah melakukan kesepakatan tanpa ada perjanjian apapun dengan suplayer guna menyiapkan material serta mengerjakan bangunan tersebut hingga selesai.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Martinus Boimau saat ditemui Sabtu(7/9/2019) di kediamannya mengatakan

“Pekerjaan ini, merupakan pos pekerjaan tahun 2018 yang sebenarnya harus diselesaikan pada tahun lalu. Namun karena terkendala material, sampai saat ini belum ada pekerjaan apapun yang dilakukan.” Ucap Martinus

Lebih Lanjut Martinus mengatakan “Sesuai jadwal, Pekerjaan ini harusnya mulai dikerjakan dibulan juli 2018. Namun yang terjadi, suplayer (CK) barulah mensuplay material pada bulan agustus 2018. Sesuai catatan yang kami tulis, material yang telah ada dilokasi berupa Lima(5) Rit Pasir, dua(2) Rit Batu Kali dan 70 Sak Semen. Setelah itu, hingga saat ini, tidak ada distribusi apapun yang dilakukan padahal sesuai kwitansi uang yang telah diserakan kepada suplayer senilai 40 Juta rupiah.” Jelas Martinus

Martinus Boimau berharap agar secepatnya ada kordinasi baik antara Kepala Desa dan Suplayer sehingga ada kejelasan, karena jika tidak jeas masyarakat yang dirugikan.

“Semoga ada kejelasan, agar pekerjaan ini segera dilanjutkan. Sebenarnya, jika dipercayakan masyarakat Tuafanu juga bisa mengerjakan pekerjaan ini. namun karena tidak adanya keterbukaan, jadinya seperti sekarang.” Pungkas Martinus

Ditempat terpisah, Kades Tuafanu Yan I.S. Boimau saat dikonfirmasi membenarkan bahwa antara Suplyer (CK) dan TPK tidak ada perjanjian apapun,

“Dimintanya CK sebagai Suplayer, terjadi saat kami bertemu di Kantor Desa dan setelah itu CK meminta untuk kalau bisa dirinya (CK) yang mengerjakan pekerjaan pembangunan Gedung PAUD di Desa Tuafanu. Dalam perjalan setelah material berupa Pasir,batu kali dan Semen didrop ke lokasi. Distribusi material kembali terhambat, yang membuat masyarakat datang mempertanyakan hal ini. Sehingga, demi menjaga situasi di desa agar tetap kondusif. Dalam posisi sebagai kepala desa, saya memutuskan hubungan kerja dengan CK sebagai Suplayer dengan catatan CK harus menyelesaikan pendistribuan sisa material sesuai jumlah uang yang telah diterima senilai 40 Juta rupiah. Namun sampai sekarang, belum ada kejelasan kapan pendistribusian material akan diselesaikan” Jelas Kades

Ditempat terpisah, CK supalyer yang mensuplay material tanpa ada perjanjian apapun dengan TPK dan Kades Tuafanu saat dihubungi media ini mengatakan

“Pekerjaan ini, sebenarnya tidak mandek seperti ini, hanya setelah saya mendistribusi beberapa material seperti Semen,Batu Kali dan Pasir. saya diminta Kepala Desa Tuafanu untuk berhenti sebagai Suplayer dengan catatan tetap mensuplay material hingga sesuai dengan nilai uang yang telah saya terima.” Ucap CK

Masih menurut CK “Atas dasar kepercayaan yang diberikan kepada saya, prinsipnya saya tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan sisa material yang menjadi tanggungjawab saya. Sesuai permintaan kepala desa, walaupun secara jujur saya kecewa dengan keputusan yang diambil kepala desa dimana telah menyuruh saya berhenti dari pekerjaan ini.” Tutur CK

Total anggaran seratus empat puluh juta rupiah (140.000.000) yang telah dianggarkan untuk pekerjaan pembangunan Gedung PAUD Penabur Nismakapa, telah digunakan empat puluh juta(40.000.000) rupiah untuk material dan sisa dana Seratus (100) juta rupiah telah menjadi Silpa desa Tuafanu. Sesuai pantauan media ini, dilokasi. Dari tiga item material yang telah ada dilokasi, Sejumlah semen telah rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.( Yabes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *