Fri. Oct 23rd, 2020

SURYATTS

Timor Tengah Selatan

Panen Bawang Putih Di TTS; Radja Langu Sebut Pemda TTS Tidak Ada Andil

Minta Bantuan Traktor Tak Dikasih, Giliran Panen Datang

NENAS-SURYATTS.COM, Pengembangan  Bawang Putih yang dilakukan CV Mega Nusa Persada di Kabupaten TTS dengan sistem kerja sama langsung dengan kelompok Tani, Jumat (20/9/2019) melakukan panen bawang putih di dua desa yaitu, Desa Nenas, Kecamatan Fatumnasi dan Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara. Menariknya dalam panen yang dilakukan dilahan seluas 25 Ha ini juga dihadiri oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun dan Wakil Bupati TTS, Egusem Piether Tahun serta beberapa pimpinan OPD lingkup Pemda TTS dan Propinsi NTT.

Untuk Desa Nenas sendiri luas area tanam bawang putih seluas 15 Ha dengan hasil panen 6,5 ton per hektar. Sedangkan untuk Desa Fatukoto, luas area tanam bawang putih mencapai 10 Ha dengan hasil 3,5 ton per hektarnya.

Seluruh hasil bawang putih tersebut akan dibeli sendiri oleh CV Mega Nusa Persada sesuai harga pasar. Nantinya bawang putih tersebut, selanjutnya akan disortir untuk dijadikan bibit. Sedangkan yang tidak layak menjadi bibit akan dijual kembali di pasar-pasar di Kabupaten TTS.

Dari hasil tersebut, 80 persen keuntungan akan menjadi milik petani, sedang 20 persen menjadi milik CV Mega Nusa Persada.

Dalam kerja sama ini, CV Mega Nusa Persada menyediakan bibit, pupuk, alat pertanian hingga tenaga ahli pertanian. Sedangkan petani bekerja untuk menanam dan merawat tanaman bawang hingga siap panen.

Direktur CV Mega Nusa Persada, Jeans Krisfisnus Julius Radja Langu mengatakan senang dengan kehadiran Gubernur NTT, Bupati TTS, Wakil Bupati TTS dan juga para pimpinan OPD dalam acara penen bawang putih tersebut.

Namun, dirinya menegaskan dalam usaha budidaya bawang putih tersebut 100 persen usaha CV Mega Nusa Persada dan para petani, tanpa bantuan pemerintah Kabupaten TTS.

Ia mengaku, sempat mengajukan proposal permohonan bantuan traktor ke Dinas PU dan Dinas Pertanian Kabupaten TTS guna mengolah lahan bawang putih, namun hingga panen tiba, proposal permohonan bantuan tersebut tidak pernah dijawab.

“Ini hasil kerja keras kami dengan para petani tanpa bantuan pemerintah Kabupaten TTS. Kita pernah minta bantuan traktor untuk balik lahan kita, namun tidak dijawab hingga saat ini. Karena tidak dapat, akhirnya kita sewa pada pihak ketika dengan biaya yang cukup besar,” ungkapnya.

Usai panen, lahan-lahan tersebut akan kembali dipersiapkan untuk musim tanam 2019/2020. Ditargetkan, luas area tanam yang akan ditanam bawang putih bertambah menjadi 50 Ha.

Dikatakan Jeans sendiri, area potensial untuk tanaman bawang di Kabupaten TTS mencapai 2000 Ha. Namun untuk memaksimal seluas lahan potensial tersebut dibutuhkan waktu, modal dan prasarana pertanian.

Oleh sebab itu kedepan, dirinya berharap Pemda TTS dan juga Propinsi NTT bisa membantu dalam upaya pemaksimalan luas area tanam bawang putih di Kabupaten TTS.

” Potensi bawang putih di kabupaten TTS sangat bagus. Oleh sebab itu, kedepan kita berharap bisa mendapatkan dukungan dari Pemda dalam upaya memaksimalkan lahan yang ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Viktor juga menyerahkan bantuan satu unit traktor dan cultivator kepada kelompok tani di desa nenas. Selain itu, juga diberikan bantuan bibit lentoro untuk masyarakat. Gubernur Viktor juga berjanji akan memberi tambahan 2 traktor lagi untuk para petani. Gubernur Viktor menyatakan siap mendukung pengembangan bawang putih di Kabupaten TTS.

“Kita dukung pengembangan bawang putih di Kabupaten TTS. Ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi para petani. Jadi akan kita dukung pengembangan bawang putih,” tandasnya. (TIM)

 

192,340 total views, 295 views today