DIPERKOSA OJEK, ANAK 13 TAHUN HAMIL

Kota Soe-Suryatts.com, Tragis, nasib Mawar(13) (bukan nama sebenarnya) pelajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama(SMP) Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor tengah selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur  yang menjadi korban kebejatan YB tukang ojek yang tega memperkosa dirinya tanpa belas kasihan(Mawar).

Diketahuinya kejadian ini, setelah orang tua kandung Mawar melaporkan kejadian ini ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak(PPA) Mapolres Timor tengah selatan belum lama ini. Tim Unit PPA yang dipimpin Brigpol Toni Mauguru segera meresponi laporan orang tua Mawar dengan segera memeriksa Mawar dan para saksi setelah itu langsung menangkap dan menetapkan YB selaku tersangka dalam kejadian ini.

Kapolres Timor tengah selatan AKBP Totok Mulyanto yang dihubungi melalui Kasat Reskim Iptu Jamari membenarkan kejadian ini dan mengatakan “Benar bahwa kami telah mendapatkan laporan dari orang tua korban dan pelaku telah kami amankan guna proses selanjutnya.” Kata Jamari

Tentang kronologis terjadinya kejadian ini, Kasat mengatakan “Niat YB(pelaku) sesuai keterangan yang kami peroleh, muncul sekitar tanggal 17 Januari tahun 2019. Dimana saat itu, dirinya(YB) sedang sendirian bersama dengan Mawar diruang tamu rumah Mawar dan Mawar dalam keadaan tertidur pulas sedangkan neneknya tidur di dapur(rumah bulat) serta ibu kandung Mawar berada di Oesao. Namun saat itu, hasrat YB, belum sempat tersalurkan”,

“Hasrat yang ada dan membara itu tidak  hilang tapi kemudian berlanjut di tanggal 16 April 2019 sekitar pukul 04.30 Wita saat Mawar bersama YB yang adalah sepupunya pulang dari orang mati. Sekembalinya Mawar dan YB dari tempat duka, tanpa curiga tepat di Poskambling dekat rumah Mawar. YB dengan cepat mulai melancarkan aksi bejatnya, dengan menarik tangan Mawar dan membawanya ke dalam Poskambling kemudian menyetubuhi Mawar.” Jelas Kasat

Dari kejadian ini, YB di duga telah melanggar Pasal 81 ayat satu(1) UU RI No. 17 Tahun 2016 perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Undang-undang Perlindungan Anak. Kini senyum ria anak tiga belas tahun itu sirna dan berharap adanya keadilan atas kejadian yang dialaminya.(YABES)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *