KASUS PIP SMP 3 ABANSEL, ISTRI KEPSEK MINTA KEADILAN

Maria Benu Guru SD Niki-niki(Roh Halus), Pakai Uang 15 Juta tidak dihukum, Suami saya hanya pakai 1.350.000 ditangkap dan di penjara. Apakah ini Adil??

Kota Soe-Suryatts.com, Dugaan kasus penggelapan dana Program Indonesia Pintar(PIP) Sekolah Menegah Pertama(SMP) Negeri 3 Amanuban Selatan Kecamatan Kualin Kabupaten Timor tengah selatan Provinsi Nusa tenggara timur yang telah menyeret Saferinus Olin dirasakan Sisilia Lajar prosesnya tebang pilih dan tidak adil bagi dirinya dan keluarga.

Penanganan yang terkesan tertutup, membuat dirinya baru tau saat membaca pemberitaan di media masa tentang kasus yang dihadapinya Suaminya. Sehingga dirinya merasa ada beberapa hal yang tidak sesuai yang dituduhkan penegak hukum kepada suaminya, walaupun secara pribadi dirinya tau kapasitasnya hanya sebagai istri bukan kepala sekolah.

Ditemui Rabu(26/9/2019) dikediaman salah satu keluarga, Sisilia menceritakan isi hatinya “Sesuai pemberitaan tentang uang yang terdapat dalam brankas itu sepengetahuan saja bukan uang Dana PIP, tapi uang Dana Bos yang jumlahnya waktu di hitung bersama bersama anggota Polsek Kualin Rp.76.250.000, sehingga jika dikatakan uang yang didalam brankas itu uang PIP itu tidak benar” Kata Sisilia

Masih menurut Sisilia “Suami saya hanya pinjam Rp.1.350.000 untuk bayar pajak dua sepeda motor milik kami karena waktu itu saya sementara ada di kupang. Kami tau itu uang Negara sehingga sepulangnya saya dari kupang saya mau kembalikan uang itu tapi tidak dibolehkan lagi oleh Pak Thom Kanit Polsek Kualin. Suami saya hanya pakai uang Rp.1.350.000  bukan Rp.209.500.000 karena uang PIP lengkap dan saat itu sudah siap untuk dibagikan kepada anak-anak”.

“Jika melihat kasus ini, saya sakit hati Karena saya rasa Polisi tidak adil. Kenapa saya bilang tidak adil? Kasus PIP di Salah Satu Sekolah Dasar di Niki-niki yang mana Oknum gurunya Maria Benu Jelas-jelas pakai uang Sejumlah Rp.15.000.000 polisi tidak proses dan tangkap, suami saya yang hanya pakai uang Rp.1.350.000 di proses sampai sekarang masuk penjara. Apakah ini yang namanya keadilan?”

“Suami saya saja, waktu dibawa ke Polres Soe saya sebagai istri sah tidak diberitahukan sampai-sampai saya kebingunan cari dan saya juga tau dari orang lain kalau suami saya sudah dibawa ke Polres Timor tengah selatan, saya memang buta huruf tapi setidaknya waktu bawa suami saya tolonglah diberitahukan agar saya dan keluarga tau. bukan diam-diam bawa suami saya.” Jelas Sisilia

Kepada Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor tengah selatan yang adalah atasan langsung Suami saya, saya jujur sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang sampai saat ini tidak pernah meresponi kejadian yang menimpah suami saya. sampai-sampai saya merasa suami saya seperti hanya dijadikan alat demi kelancaran tugas pemerintah. tapi disaat mengalami masalah seperti ini Dinas tidak loyal walau hanya membesuk malah disuruh untuk mengiklaskan kejadian ini karena kesalahan yang telah dilakukakan suami saya. Selain suami saya, masih banyak kepala-kepala sekolah yang lain yang bukan tidak mungkin bisa mengalami hal yang sama seperti ini.

Saat ini saya hanya bisa Berdoa dan berharap adanya keadilan dari penegak hukum untuk Suami saya, Kalau Maria Benu tidak dihukum walaupun jelas-jelas pakai uang Negara 15 juta, kenapa suami saya Saferinus Olin yang hanya pakai Rp.1.350.000 harus masuk penjara. Mana Keadilan untuk suami saya.” Pungkas Ibu empat anak

Terkait hal ini, Kapolres Timor tengah selatan AKBP Totok Mulyanto saat dihubungi melalui Kasat Reskrim Iptu Jamari hanya mengatakan “Semua proses kita lakukan sesuai fakta dilapangan” Kata Kasat. (YABES)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *