LUNAS DI BAYAR 100%, TUA ADAT OEPLIKI DESAK CV. BUMI MUTIARA SELESAIKAN PEKERJAAN

Oepliki-Suryatts.com, Belum tuntasnya dua (2) pekerjaan yang dikerjakan CV. Bumi Mutiara, mendapat reaksi keras dari masyarakat adat Desa Oepliki Kecamatan Noebeba Kabupaten Timor tengah selatan yang di wakili Daud Nabuasa.

Ditemui media ini, Selasa(9/10/2019) dikediamannya. Daud Nabuasa sangat kecewa dengan proses pekerjaan Embung dan Pos Kesehatan Masyarakat(Poskesdes) yang ke dua pekerjaan dikerjakan oleh CV.Bumi Mutiara. Serta, mendesak Kepala Desa dan TPK agar segera menghubungi Pimpinan CV. Bumi Mutiara agar segera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan

“Sebagai yang di tuakan masyarakat di desa ini, saya kecewa dan bingung dengan pemerintah desa. Mengapa pihak desa bisa memberikan pekerjaan baru ke CV.Bumi Mutiara padahal pekerjaan yang sebelumnya belum selesai dikerjakan. ini ada apa?” Kata Daud Nabuasa

Daud berharap, pihak desa dan TPK  segera menyelesaikan dua pekerjaan ini “Pemerintah Desa dan TPK  harus segera hubungi pihak CV, untuk selesaikan pekerjaan. Jika, dalam waktu dekat tidak ada aktifitas kami telah sepakat akan mengadukak keadaan ini.” Tegas Daud

Terkait pekerjaan Poskesdes, Ketua TPK Oktovianus Neonane saat ditemui membenarkan jika Pekerjaan Pos Kesehatan Masyarakat yang dibangun menggunakan dana desa tahun anggaran 2017-2018 sebesar Rp.278.253.000 belum selesai dikerjakan, namu hak pihak ke tiga telah selesai dibayarkan 100 persen.

“Benar bahwa pekerjaan memang belum selesai dikerjakan, namun uang pihak ke tiga sudah kami bayar 100 persen. Saya bersama kepala desa dan bendahara, sudah berulang kali bertemu dengan rekanan(CV.Bumi Mutiara) untuk mempertanyak dan meminta agar item-item pekerjaan yang belum diselesaikan untuk segera diselesaikan. Tapi, rekanan hanya member kami janji tanpa ada tindakan di lapangan.” Ucap Oktovianus

Tentang item-item pekerjaan pada Poskedes yang belum diselesaikan, Oktovianus mengatakan “Dari pekerjaan tersebut, tinggal beberapa item saja yang belulm dikerjakan. Seperti Mebeler, Plafon, Lantai, Keramik, Plester serta Acian.” Jelas Okto

Sedangkan untuk pekerjaan Embung yang menelan biaya sebesar Rp.227.960.000, yang juga menggunakan dana desa. Telah dikerjakan sejak tahun 2018-2019, Namun sampai sekarang belum dapat dimanfaatkan juga, dikarenakan pekerjaan tersebut belum selesai dikerjakan.

Lukas Taneo masyarakat dusun dua Rt.15/Rw.05 saat ditanya tentang pekerjaan ini mengatakan “Sepengetahuan saya, ada beberapa item pekerjaan embung yang belum selesai. Seperti tanggul penahan(Bronjong), Plester saluran pembuangan, Mistar Air dan dari tiga bak penampungan yang harusnya juga dikerjakan baru satu unit yang selesai dikerjakan sedangkan dua unit belum dikerjakan” Kata Lukas

Lukas juga menambahkan “Sebagai masyarakat, kami berharap agar pekerjaan ini benar-benar dikerjakan secara serius. sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. kasian sudah dari tahun 2018 sampai sekarang embung ini hanya ternak yang memanfaatkannya sedangkan masyarakat tidak.”,

“Dengan waktu musim hujan yang sudah dekat dan belum dikerjakannya tanggul penahan pada embung tersebut, kami kwatirkan saat musim hujan embung bisa jebol dan akan membahayakan masyarakat dusun dua desa Oepliki.” Tegas Lukas.

Sampai berita ini dilansir, Direktur CV. Bumi Mutiara, belum berhasil di hubungi media ini. (TIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *