Bupati Tahun ; Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Tak Boleh Diselesaikan Secara Adat atau Damai  

Kota Soe-Suryatts.com, Meningkatnya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam wilayah kabupaten timor tengah selatan Provinsi Nusa tenggara timur, mendapat reaksi tegas dari Bupati Egusem P. Tahun

Saat dihubungi media ini, tentang respon pemerintah daerah terhadap beberapa kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak, Bupati Tahun mengatakan telah berkordinasi dengan pihak kepolisian dan tidak akan main-main dengan para pelaku.

“Pemerintah Kabupaten Timor tengah selatan, telah keluarkan surat ke semua Camat, Kepala Desa, Kepala-kepala Sekolah, Para Pimpinan Umat(Tokoh Agama) untuk menghimbau umat dan masyarakat agar memberikan pengawasan ekstra bagi anak-anak putrinya masing-masing. Sehingga, khusus untuk masalah kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tidak Boleh Diselesaikan Secara Adat atau Damai dan Sejenisnya. Tapi harus lewat Proses Hukum hingga ada Putusan dari Pengadilan” Tegas Bupati Tahun

Untuk itu, dengan kordinasi baik yang telah dibangun dengan Kepolisian Resort Timor tengah selatan. Diharapkan, semua kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak agar di proses sampai tuntas

“Tentunya Pemerintah berharap, dalam setiap penanganan kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak harus sampai tuntas dan terang benderang” Pungkas Bupati

Meresponi kejadian ini, Ketua Unit Pembantu Advokasi Hukum dan Perdamaian Sinode GMIT Pendeta Emmy Sahertian saat dihubungi media ini mengatakan

“Mestinya dugaan kasus yang terjadi seperti di Amanuban selatan harus langsung ditangani Unit PPA Kepolisian Resort Timor tengah selatan, sehingga langsung diambil Visum At Repertum. Jangan korban di Pimpong dan mestinya ada pendampingan dari Sanggar Suara Perempuan(SSP) untuk penanganan Trauma pada Korban karena ini termasuk kejahatan Extraidinary” Kata Pendeta Emmy Sahertian

Sehingga, dari kejadian ini. Pendeta Emmy meminta agar adanya perhatian pemerintah daerah terutama aparat kepolisian di tingkat Polsek bagaimana agar kejahatan Seksual bisa ada penanganan khsus dan terpadu tentunya bisa bekerjsama dengan kelompok pendampingan seperti SSP karena ini bukan kasus pidana umum. Yang terpenting, adalah bagaimana penanganan trauma agar ketika meberikan keterangan di penyidik bisa jelas” Jelas Emmy Sahertian (Yabes)

6 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *