Emi Nomleni, Sebut KLB Di TTS Gagal Ditangani

“Ini telah membuktikan bahwa sebenarnya kita tidak siap menyatakan keadaan ini dalam status KLB, sehingga dari ketidaksiapan ini  justru status KLB tidak tertangani”

Panite-Suryatts.com, Meniggalnya Elias Asbanu satu dari sekian korban dugaan keracunan makanan pada pesta pernikahan di Se’i Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor tengah selatan dalam status kejadian luar biasa(KLB) mendapat kecaman keras dari Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Emi Nomleni

Ditemui media ini usai melayat di rumah duka almarhum Elias Asbanu, Emi sangat sesalkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditetapkan pemerintah Kabupaten Timor tengah selatan namun dalam penanganannya tidak sesuai dengan status yang ditetapkan pemerintah

“Kita sesalkan kejadian ini, sebenarnya soal kematian kita berbicara tentang waktu Tuhan. Tapi jika yang terjadi seperti ini, kita justru membiarkan begitu banyak proses yang justru mendekatkan pada kondisi itu. Sehingga dengan kejadian ini, dimana pemerintah telah tetapkan kejadian dugaan keracunan makanan dalam status kejadian luar biasa(KLB) tapi masih ada korban yang meninggal. seharusnya, hal ini harus dijadikan catatan penting bagi pemerintah dan DPRD agar mampu menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih memadai dan menyentuh serta betul-betul menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat” Kata Emi

Emi juga mengatakan “ Kejadian ini akan menjadi perhatian semua pihak, baik dari Provinsi dan Kabupaten agar lebih mempersiapkan diri lebih baik lagi tentunya bagaimana menyiapkan fasilitas yang lebih memadai. Sesungguhnya, kejadian-kejadian seperti ini yang selama ini jadi pembicaraan kita. Karena keterbatasan fasilitas, baik itu tenaga dan ketersediaan sumber daya manusia sangat mempengaruhi terjadinya keadaan seperti ini.” Ucap Emi

“Ini  bukan soal penanganan ke depannya seperti apa, tapi ini yang harus dijawab pemerintah. Ini yang harus dikerjakan pemerintah. Bukan tentang sesuatu yang luar biasa, tetapi bagaimna pemerintah bisa menyediakan fasilitas-fasilitas mendasar yang dibutuhkan dan itu harus ada. Ini menyangkut kebutuhan rakyat, hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk sehat dan itu merupakan hak yang harus diperoleh masyarakat dan itu adalah tugas Pemerintah dan DPRD.” Tegas Ketua DPRD Provinsi NTT

Jika saat ini, kita bicara tentang KLB dan dalam kenyataannya tidak tertangani. Pertanyaannya, apa yang salah dalam diri kita? Kesalahan kita adalah, kita belum mampu menyiapkan seluruh fasilitas dan kita harus mengakui bahwa kita belum memenuhi standar untuk melayani rakyat dengan baik dan benar” Pungkas Emi Nomleni

Ditempat terpisah, Rince Selan keluarga almarhum Elias Asbanu, mengungkap kekecewaan dalam dirinya dikarenakan, Alamarhum saat mengalami masa kritis hanya ditangani oleh perawat tanpa adanya seorang dokter

“Ssaat almarhum Elis Asbanu mulai mengeluh kesakitan, saya yang menemaninya hingga meninggal. namun yang saya sesalkan, disaat-saat kritis seperti itu harusnya ada dokter yang bisa melihat keadaan almarhum. tapi nyatanya, sejak diperiksa sekitar jam 11.00 Wita, setelah itu dokter pulang ke kualin dan tidak kembali sampai om kami meninggal” Kisah Rince Selan (Yabes)

7 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *