Dua Kali Ingkar Janji Dan Hendak Menikah Dengan Orang Lain, Kuasa Hukum VH Terbitkan Surat Pencekalan Pernikahan

Kota Soe-Suryatts.com, Berkenalan dengan Barna A. Snae(30) sejak tahun 2009, VH salah wanita karier di kota soe harus menelan kepahitan setelah dua kali gagal menikah dikarenakan Barna A. Snae gagal menepati janji manis yang disepakati dengan keluarga besar VH.

Merasa Cocok dan sepakat menjalin bahtera rumah tangga, April 2011 sejak berkenalan dengan VH. Barna A. Snae, memutuskan bersama keluarga besarnya secara adat Timor meminang VH yang telah mengadung anak pertama buah cinta Barna A. Snae dan VH.

Usai pinangan, dikarenakan Barna A. Snae masih dalam bangku perkuliahan. lahirlah kesepakatan antara dua keluarga bahwa pernikahan akan dilangsungkan setelah Barna menyelesaikan studinya di salah satu perguruan tinggi di kota kupang. Namun setelah Barna menyelesaikan studinya kesepakatan yang disepakati saat peminangan untuk menikah usai Barna menyelesaikan studi kembali gagal dan keluarga Barna A, Snae kembali meminta kepada keluarga VH untuk acara pernikahan kembali dilakukan jika Barna telah mendapatkan pekerjaan.

Memegang kesepakatan antara dua keluarga besar, Barna dan VH tetap merajut hubungan hingga pada tahun 2015 VH kembali melahirkan anak yang ke dua buah cinta Barna dan VH. Berharap cemas, janji dan kesepakatan antara Keluarga Besar Barna  A. Snae dan keluarga VH bisa segera di realisasikan namun tak kunjung datang, VH mendapat kesempatan melanjutkan Studi S2nya di salah satu Universitas di luar daerah hingga selesai pada tahun 2017 dan kembali ke Soe tapi yang di dapati saat pulang, Barna A. Snae tidak lagi serumah dengan orang tua kandungnya dan komunikasi antara Barna dan VH hilang.

Tentang, Kejadian ini. E. Nita Juwita, SH.,MH satu dari Tim Kuasa Hukum VH saat dihubungi media ini mengatakan telah mengeluarkan surat pencekalan pernikahan pertama yang telah dilakukan Barna A. Snae di Gereja GMIT Kefas Buni Klasis Kuanfatu Kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor tengah selatan

“Sebagai Kuasa hukum yang di percaya VH dan keluarga, kami akan maksimal menangani perkara ini. Sehingga dalam kasus ini, kami telah bersurat ke pihak Gereja yang akan memberkati pasangan suami-istri tersebut akan tidak dinikahkan sebelum ada kejelasan untuk klien kami.” Ucap E.Nita Juwita

Lebih lanjut, E. Nnita Juwita mengatakan “Surat pencekalan/penundaan terhadap pernikahan pertama pasangan tersebut telah kita kirim tiga(3) hari sebelum acara pemberkatan yang direncanakan akan dilakukan di Gereja GMIT Kefas BUni Klasis Kuanfatu dan dari pihak gereja mengabulkan permintaan kami.”,

“Namun selang dua minggu kemudian, klien kami kembali mendapat informasi bahwa suaminya Barna A. Snae akan kembali melangsungkan permberkatan nikah di Gereja GPDI Victory Kualin Kecamtan Kualin Kabupaten Timor tengah selatan pada tanggal 8 November 2019 sehingga pada tanggal 30 Oktober 2019 kami kembali bersurat ke Ketua Majelis GPDI Victory Kualin agar tidak melangsungkan pemberkatan nikah bagi pasangan tersebut. Selain ke pihak gereja, kami telah bersurat  Pemerintah Desa Oni dan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Timor tengah selatan untuk diketahui” Jelas Nita Juwita

Kuasa hukum VH berharap untuk adanya pertemuan kembali antara pihak Barna Abiater Snae dan keluarga VH guna memperjelas kejelasan proses peminangan secara adat Timor yang telah dilangsunkan, apabila permohonan pencegahan pernikahan ini tidak diindahkan pihak gereja maka kami akan menempuh langkah hukum baik secara pidana maupun perdata.” Pungkas Pengacara Kondang Kota Kupang.” (Yabes)

 

6 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *