KLB DI TTS; Masyarakat Butuh Kepastian, Bukan Dugaan atau Berandai-andai

KUPANG-SURYATTS.COM, “Ini bukan soal kita berdebat kusir, saya hargai apa yang dijelaskan ibu kadis Iren. Tapi yang sebenarnya masyarakat itu butuh kepastian bukan penjelasan yang sifatnya dugaan. Penetapan KLB itu, Pemerintah yang nyatakan. Kalau namanya KLB itu artinya Darurat, kalau Darurat Kenapa dokter dari kualin yang di tugaskan disitu dan tidak siapkan dokter yang standbay di PKM tersebut.”

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Provinsi Nusa tenggara Timur Ir. Emelia Nomleni menanggapi kicauan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor tengah selatan Iren Ate. tentang status KLB di Selatan kabupaten Timor tengah selatan.

Emilia mengatakan bahwa dirinya menghargai setiap penjelasan yang disampaikan Kadis Kesehatan Kabupaten TTS tapi yang disayangkan, Pemerintah dalam hal ini Kadis hanya memberikan penjelasan yang sifatnya dugaan dan tidak pasti tentang apa yang menjadi penyebab terjadinya keadaan tersebut, tentang kematian almarhum Elias Asbanu apa penyebanya itu kan yang kita harapkan sehingga kita tau jelas dan tidak bias dalam mengartikan terjadinya kejadian ini serta bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati.

“Masyarakat itu butuh solusi, bukan dugaan-dugaan. Contoh seperti kemarin KLB di TTS dan ada yang meninggal, sesui penjelasan kadis diduga kuat karena ada penyakit lain, penyakit ikutan, bahkan meduga lagi ada factor lain. ini yang harus dijelaskan dengan kepastian, sehingga masyarakat tau bukan dengan kita menduga-duga saja. Yang tau tentang hal ini kan dokter, entah ada penyakit bawahan atau penyakit lain sebagainya dalam situasi seperti itu dokterlah yang wajib memberikan solusi dan tindakan bukan dugaan.” Tegas Emilia

Sehingga seperti yang pernah saya sampaikan, fasilitas perlu kita lengkapi lagi. Nah jika ingin melengkapi lagi, data-data kita butuhkan dari pemerintah sendiri agar data realnya kita tau, kebutuhan atau fasilitas apa yang perlu ditambahkan. Ini yang saya katakan solusi bukan kita hanya berikan alasan dari kelemahan yang sebenarnya berasal dari kita pemerintah

Untuk itu, saya berharap sebagai kepala harusnya bisa memberikan penjelasan yang jelas bukan menduga atau berandai-andai sehingga tidak menimbulkan tafsiran lain. Ini waktunya untuk melihat apa yang masyarakat butuhkan bukan saatnya untuk beradu argument, yang jelas dari KLB kemarin ada Korban yang meniggal. Jika ada yang meninggal, Infrastrukur kesehatan yang yang harus kita perhatikan itulah yang sekarang harus dipikirkan dan dari kejadian ini menjadi pelajaran berhaga bagi pemerintah agar kedepannya tidak terjadi lagi”

“Keadaan Luar Biasa(KLB) bukan saja mendata, tapi bagaimana ketersediaan tenaga baik para medis, dokter dan semua fasilitas harus menjadi perhatian kita agar tidak ada lagi Elias-elias yang meninggal karena kelemahan kita” Pungkas Emilia Nomleni. (Yabes)

 

11 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *