BERARTIKAH KITA DALAM HIDUP INI?

BERARTIKAH KITA DALAM HIDUP INI?

Oleh: Margarita D. I. Ottu, S.Pd, M.Pd.K

Refleksi Penghujung Tahun 2019 :

Hidup adalah kisah, yang fana adalah waktu tetapi kita abadi. Banyak kenangan hidup yang telah terpahat dalam sebuah kehidupan. Berartikah sebuah hidup yang akan menjadi kenangan di atas pentas akhir tahun?

Semangat manusia untuk berjuang akan terus hidup jika manusia tersebut memiliki sebuah arti hidup. Tidak ada kata menyerah jika masih memiliki keyakinan terhadap sebuah perjuangan karena keabadian adalah kemenangan dalam perjuangan.

Hidup adalah sebuah perjalanan, itulah yang menjadi prinsip bagi setiap insan untuk berkehidupan, dimana mereka menjalankan kehidupan mereka dengan cara yang menurut mereka benar karena hal tersebut relevan dengan sebuah tujuan akhir kehidupan.

Setiap manusia meyakini dengan semangat yang kuat, keinginan yang hakiki dan doa yang konsisten, bahwa impian mereka akan tercapai karena itulah mereka harus selalu berkomitmen untuk melaksanakan semua hal.

Terkadang apa yang telah mereka korbankan tidaklah sebanding dengan apa yang mereka dapatkan, dan pastilah kekecewaan, saling menyalahkan dan rasa tidak puas akan menghantui perasaan. Namun hal tersebut wajar, dimana manusia memiliki hati yang katanya bisa memanifestasikan perasaan mereka secara pribadi.

Ada yang menyikapi hal tersebut sebagai suatu kewajaran dan harus lebih berjuang lagi dan sebagian orang menyikapi dengan rasa kekecewaan lalu melampiaskannya dengan sebuah keputusan untuk tidak lagi berjuang dan disinilah yang namanya jiwa petarung dan jiwa sang jawara manusia tersebut diuji.

Gelaran waktu semakin berlalu, banyak sudah pahatan kenangan yang terukir di bingkai tahun 2019 ini membuat manusia harus memiliki semangat yang baru untuk merenungkan kembali seberapa berartikah hidup ini dan menyongsong waktu yang akan datang ibarat secarik lembaran putih yang belum ada coretannya.

Tahun 2019 ini sudah banyak yang telah kita lewati sebagai manusia, ada banyak hal sudah tercapai tetapi ada juga yang belum. Hal ini wajar karena sebuah kehidupan pasti ada keberhasilan dan kegagalannya, tetapi bagaimana kita menyikapinya itu merupakan sebuah pembeda, karena semakin manusia telah berproses dan memaknai prosesnya itu, maka ia kan menjadi manusia yang berpengalaman dan menjadi manusia dewasa.

Perjalanan dan waktu telah urai banyak goresan di setiap sisi kehidupan ini tapi inilah realita kehidupan, ketika kita merasa telah berjuang begitu keras namun ternyata masih banyak kerikil tajam yang masih mengganjal di setiap langkah kita, ketika kita telah berupaya tapi masih ada kegagalan yang menghampiri kita, masih ada tangis yang mengiringi jalan kita, masih banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kita.

Apa yang harus kita jawab ketika hal yang sama terjadi di waktu yang akan datang? Henry Bergson (filsuf Prancis) mengatakan bahwa “Bertahan hidup artinya selalu siap untuk berubah; karena perubahan adalah jalan menuju kedewasaan.

Dan kedewasaan adalah sikap untuk mengembangkan kualitas pribadi tanpa henti”. Hal ini menunjukkan bahwa akhir tahun merupakan sebuah pemahaman bagaimana manusia bertahan hidup, berubah dan mengembangkan dirinya.

Perihal manusia dan waktu seyogianya menghantar kita pada satu hal yang pantas disadari karena manusia sesungguhnya merupakan makhluk menyejarah dan eksistensinya merupakan suatu keberlanjutan dari setiap peristiwa yang terlalui dari waktu ke waktu akan mengalami perubahan.

Ada pembentukan diri dari endapan pengalaman kehidupan; pertambahan usia, perkembangan fisik dan mental, pembentukan pola pikir dan perilaku.
Di atas sebuah panggung waktu, akhir tahun merupakan salah satu titik suaka jelajah manusia.

Merenungi waktu dan kehidupan itu sendiri mestilah berlangsung sepanjang saat, bukan menunggu momen – momen melodramatik seperti ini lalu membuat permenungan jiwa yang menyuguhkan ragam pandangan.

Di atas sadel akhir tahun, manusia menanti dan hendak mewaktu lagi dalam pergumulan tahun yang baru. Ini merupakan isyarat bahwa dalam hidupnya, manusia punya saput – saput momentum konvensional untuk dikenang dan tidak dapat dipungkiri bahwa hidup itu melintang dalam rentetan waktu kronologis.
Perjalanan hidup manusia dalam rentang waktu satu tahun, kita sebut sebagai kenangan.

Akhir tahun dan kenangan lantas menjelma dua keselarasan yang saling berpagutan satu sama lain. Bahwasannya akhir tahun merunut ulang kenangan, melanggengkan kembali jejak perjalanan ke dalam sebuah permenungan.

Di dalamnya ada ingatan, evaluasi, dan introspeksi. Kenangan diatas pentas akhir tahun membantu manusia memberi penilaian bagi kebermaknaan langkahnya. Menurut Sokrates, “hidup yang tidak direfleksikan adalah hidup yang tidak layak dihidupi”.

Marilah kita menyadari bahwa betapa akhir tahun dan kenangan bukanlah sekedar horizon hidup manusia yang teralami begitu saja tetapi haruslah berpartisipasi di dalamnya dengan akal budi dan nurani sehingga kita mampu menapaki hari – hari hidup dan menjadikan kenangan hidup sebagai sebuah kekuatan untuk menyambut hari esok.

Ukirlah semua perjalanan hidup dan pahatlah dalam sebuah bingkai kehidupan yang nantinya akan menjadi sebuah kenangan yang akan dikisahkan menjadi sebuah cerita hidup yang bermakna.

Selamat mengakhiri tahun 2019 dan selamat menyambut tahun 2020 semoga kan selau indah dalam merajut sebuah hidup yang bermakna.

1,675 total views, 34 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *