Thu. Jul 2nd, 2020

SURYATTS

Timor Tengah Selatan

Salah Sasaran, Enam Wc Komunal Di Oebobo Dalam Pusaran Korupsi

Kota Soe-Suryatts.com, Dikerjakan sejak tahun 2017, enam(6) unit Wc Komunal bantuan pemerintah melalui dinas perumahan rakyat dan kawasan pemukiman (PRKP) Kabupaten Timor tengah selatan Provinsi Nusa tenggara timur untuk masyarakat desa oebobo kecamatan batuputih tak jelas penyelesaiannya hingga menimbulkan tanda tanya bagi para penerima manfaat bantuan yang satu ini.

Terkatung-katung dikerjakan menggunakan keuangan negara dengan total anggaran Rp.234.000.000, penyelesaian pekerjaan enam unit Wc Komunal bervariasi. Ada yang sudah sampai tahapan penyelesaian tutup atas dan ada yang sama sekali belum mencapai 30% pekerjaannya namun sayang uangnya telah dikelola KSM dalam pengawasan Kepala Desa Agus Banamtuan

Yakub Alfius Tuke warga Rt.10 Rw 5 Dusun c, Desa Oebobo saat ditemui media ini di kediamannya mengaku bingung dengan konsep Wc komunal yang diberikan pemerintah kepada mereka

“Pekerjaan yang belum selesai dikerjakan sejak tahun 2017 ini, sangat membingungkan kami masyarakat. Karena tanpa sosialisasi, bantuan ini langsung disurvei dan titik ini layak untuk mendapatkan satu unit Wc Komunal. Pipa untuk saluran limbah Wc dan Kamar mandi tidak ditanam lewat dalam tanah, tapi di taruh dari luar. Pertanyaan kami, jika pipa diluar permukaan tanah apakah bisa bertahan dan tidak rusak. Jika rusak, bisa terjadi pencemaran lingkungan. Kasian masyarakat yang terancam, dari perencanaan seperti ini.” Ucap Yakub
Lanjut Yakub “Setau kami, pekerjaan ini bukan menggunakan dana desa tapi dana pusat dan harusnya sudah selesai, tapi nyatanya hingga kini belum selesai dikerjakan. Untuk itu, kami harap pemerintah bisa melihat hal ini. Kalau memang mau bantu masyarakat, bantulah dengan segenap hati. Jangan kasih bantuan, lalu dibiarkan seperti ini tanpa ada pengawasan.” Tegas Yakub

Sekretaris BPD Desa Oebobo Volkes Banunaek yang ditemui media ini terkait pekerjaan Wc Komunal bantuan pemerintah melalui Dinas PRKP Kabupaten TTS mengatakan kekecewaannya karena Pihak pemerintah dan pihak desa tidak pernah memberitahukan Pihak BPD Desa Oebobo tentang adanya bantun ini

“Kami BPD Desa Oebobo, seringkali tidak dianggap makanya bantuan-bantuan seperti ini dikerjakan tanpa sepengetahuan kami. Kami bukan gila hormat, tapi sesuai aturan wajib kami sebagai BPD harus mengetahui setiap jalannya pembangunan di desa agar bisa melakukan pengontrolan demi bisa manfaatkannya bantuan-bantuan dari pemerintah. Kalau sudah seperti sekarang, siapa yang mau disalahkan? Ujung-ujungnya masyarakat mengadu ke kami.” Tutur Volkes

Masih menurut Volkes “ Sesuai pantauan dan informasi yang kami dapat dari pengaduan masyarakat, pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan pekerjaan yang harusnya dikerjakan. Kami pernah angkat di rapat, kades menyerahkan semua tanggung jawab pekerjaan pada KSM karena menurut kades awal kerja Ketua dan Anggota KSM yang menangis minta kerja tapi sekarang kerja belum selesai.” Kata Volkes

Volkes berharap demi pembangunan yang lebih baik lagi, diharapkan ke depan pemerintah desa bisa menganggap bahwa BPD Desa Oebobo itu ada

“Merujuk pada Pasal 55 Undang-undang desa tentang BPD, kami berharap pemerintah desa lebih menganggap kami BPD sebagai mitra dan tidak menganaktirikan kami. Jangan saat awal kerja kami tidak diberitahukan, giliran ada masalah seperti ini dan pekerjaan tidak selesai kami BPD baru dilibatkan. Ini sebenarnya, sesuatu yang keliru” Pungkas Volkes Banunaek

Ditempat terpisah, Kepala Desa Oebobo Agus Banamtuan yang dihubungi media ini terkait keadaan ini, tidak merespon dan hanya berkata “Saya Sibuk” Kata Agus

Kadis PRKP Jek Benu saat dihubungi media ini, mengatakan belum mengetahui kelanjutan pekerjaan ini
“ Saya belum dapat laporan dari ibu Sri Saudale, saya cek di ruang Kabid dan Kasie” Jelas Kadis PRKP Via WhatsApp.

Sesuai hasil infestigasi media ini, terkatung-katungnya pekerjaan ini, sempat kembali dikerjakan pada bulan juli 2019 namun setelah itu tidak dikerjakan lagi dan sisa materialnya saat ini tersimpan bersama di kandang kambing.

Kades Agus Banamtuan pada pemberitaan sebelumnya terkesan cuci tangan atas pekerjaan Wc Komunal dan menyerahkan semua penyelesaianya pekerjaan dalam tanggunggjawab Yosti Sesfao Sebagai Ketua KSM, Semi Nabuasa(Sekretaris), Ongki Tungga(Bendahara), Melki Selan(Logistik) dan Ludji sebagai Pengawas bahkan jika seandainya akan berujung pada masalah hukum Kades mengatakan itu bukan tupoksi saya dan Silahkan masing-masing tanggungjawab sesuai tupoksi masing-masing. (Yabes)

1,297 total views, 2 views today