Sun. Apr 18th, 2021

SURYATTS

Timor Tengah Selatan

Tulus Membantu Petugas Kehutanan, Ternyata Berujung Jeruji Besi

Kota Soe-Suryatts.com, Yapson Nau, Apolinaris Meta dan Melkisedek Taopan, tiga pemuda asal Toinunu Desa Bena Kecamatan Amanuban Selatan yang awalnya diminta untuk membatu Seprianus Talan petugas Resort Konservasi suaka margasatwa Aleaisio Bena guna mengambil se ekor rusa yang mati di muara kali Noemina, akhirnya di tetapkan sebagai tersangka dan saat ini sedang menjalani masa persidangan di Pengadilan Negeri Soe Timor tengah selatan Provinsi Nusa tenggara timur.

Ke-tiga pemuda ini, didakwa dengan pasal 21 ayat dua (2) huruf (a) dan (b) undang-undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo pasal 55 ke 1 KUHP.

Sesuai pantauan media ini saat persidangan, ke-tiga terdakwa mengakui bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui penyebab sampai rusa tersebut mati. Dan yang disesalkan, mereka sampai harus dipenjarakan karena dituduh sebagai pelaku yang menyebabkan satwa yang dilindungi negara itu mati.

Berdasarkan pengakuan para terdakwa dalam fakta pesidangan pada sidang dengan agenda pemeriksaan saksi meringankan, kejadian ini terjadi pada tanggal 9 April 2019 sekitar jam 7 pagi. Dimana kami (terdakwa) bersama-sama dengan Seprianus Talan yang merupakan salah satu petugas kehutanan yang bertugas di Resort Konservasi suaka margasatwa Aleaisio Bena hendak mengambil air minum di sungai Neolmina.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara anjing menggonggong ditepi sungai yang jaraknya tidak jauh dari ke 4 orang tersebut. Mendengar gonggongan anjing tersebut kemudian saudara Seprianus Talan mengajak kami (terdakwa) untuk mengecek ke arah gonggongan anjing tersebut dan yang terjadi ternyata ada seekor rusa betina yang terseret arus banjir hingga ditemukan telah mati.

Mengigat karena saudara Seprianus Talan merupakan salah satu petugas kehutanan yang tugasnya adalah melindungi satwa dari berbagai bentuk ancaman maka saat melihat Rusa yang terseret banjir, dirinya (Seprianus Talan) mengajak kami (terdakwa) untuk menyelamatkan rusa tersebut dari arus banjir.

Awalnya kami (terdakwa) tidak mengikuti ajakan dari para terdakwa namun karena diajak berulang-ulang akhirnya kami (terdakwa) bersama-sama dengan Seprianus Talan memberanikan diri melawan arus dan mengambil rusa tersebut yang sudah dalam keadaan mati.

Ketika rusa mati tersebut berhasil diselamatkan dari banjir, saudara seprianus menyuruh kami (terdakwa) untuk membawa rusa tersebut ke rumah kebun milik Obet Liubana.

Sementara Seprianus Talan meminjam motor milik Melkisedek Taopan yang merupakan salah satu Terdakwa untuk pergi menyampaikan informasi tentang keadaan rusa tersebut ke teman-teman petugas kehutanan.

Ketika sampai dikebun tersebut, kami menunggu Seprianus Talan bersama temannya hingga siang. Kira-kira jam 1 siang, tiba-tiba kami mendengar bunyi ledakan, ternyata bunyi tersebut merupakan bunyi tembakan senjata Api yang ditembakkan oleh Saudara Hery Selan salah satu petugas polisi kehutanan, sambil berkata, jangan lari, akan saya tembak!!!. Karena panik dan takut kami kemudian lari untuk menyelamatkan diri” Tutur Yapson Nau saat ditanya Majelis Hakim

Usai persidangan, Tim Kuasa Hukum para Terdakwa dari LBH Surya NTT atas nama Advokat Ferdianto Boimau, SH.,MH saat ditemui mengatakan,

“Fakta tersebut berbeda dengan dakwaan dan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa penuntut umum, Saudara Seprianus Talan yang merupakan Pengawai Kehutanan Tersebut ternyata statusnya hingga saat ini hanya merupakan saksi, bahkan ia bersaksi bahwa Para Terdakwa yang menangkap dan membunuh satwa rusa tersebut. Sedangkan Saksi-saksi yang lain tidak mengetahui persis kejadian penangkapan rusa tersebut, mereka hanya mendengar keterangan atau pengakuan dari Seprianus Talan.” Ucap Ferdi

Masih menurut Ferdi Boimau SH.MH, “Berdasarkan fakta persidangan tersebut maka ada beberapa pendapat dari  kami Tim Kuasa Hukum para terdakwa, diantaranya. Kami menilai bahwa unsur delik tindak pidana yang didakwakan oleh JPU tidak terbukti karena, mengapa? Yang pertama, Tindakan para terdakwa mengambil rusa mati yang terbawa arus banjir kali Noelmina harus dianggap sebagai tindakan penyelamatan terhadap satwa dan bukan suatu tindakan yang bertentangan dengan hukum karena rusa yang diselamatkan tersebut telah terbukti dalam fakta persidangan, tidak disembelih oleh para terdakwa dari pagi jam 7 hingga siang jam 1 siang masih dalam keadaan utuh karena masih menunggu saudara Seprianus Talan petugas kehutanan yang masih pergi melapor ke kantor. Sehingga, Logika sederhananya kalau orang berburuh, hasil buruannya pasti langsung dikonsumsi bukan disimpan sampai rusak.”,

“Yang ke-dua, dari kronologis dan fakta persidangan jelas bahwa,  saudara Seprianus Talan meminjam motor salah satu Terdakwa atas nama Melkisedek Taopan dengan tujuan hendak melaporkan kejadian tersebut ke petugas kehutanan. Logikanya lagi, tidak mungkin seorang pencuri memberikan motornya kepada orang lain untuk pergi melaporkan soal pencurian yang dia lakukan?. “,

“Yang ke-tiga, Kami menilai bahwa apabila tindakan penyelamatan rusa mati tersebut melanggar hukum maka Seprianus Talan merupakan aktor utama dalam perkara ini. Namun yang disayangkan. Dalam kasus ini dan sampai saat ini dia masih berstatus saksi yang tetap menghirup udara segar diluar, semestinya dialah orang yang paling bertangungjawab atas kejadian ini. Kendatipun demikian kami sebagai Kuasa Hukum tetap menghargai proses hukum yang sementara berjalan dan kami percaya Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini akan memberikan pertimbangan hukum yang adil.” Pungkas Ferdi

Menyambung pendapat diatas, Advokat Herry FF Battileo, SH.MH yang merupakan pendiri LBH Surya NTT menegaskan bahwa dirinya berharap hukum tidak boleh tebang pilih terhadap rakyat kecil yang tidak tau apa-apa, dirinya mempertayakan profesionalisme penyidik, mengapa Seprianus Talan yang merupakan aktor yang paling berperan dalam perkara ini namun hukum tidak menyentuhnya? Kami berharap Seprianus Talan segera diproses untuk ditetapkan sebagai Tersangka untuk turut tertanggungjawab,

“Saya harap dalam penegakan hukum tidak ada kata tebang pilih, dimana profesionalismenya penyidik. Jangan karena mereka rakyat kecil, jadi harus menerima keadaan seperti ini.”

“Ada apa, sampai seprianus talan yang jelas-jelas adalah aktor dalam kasus ini tidak disentuh proses hukum. Ini kan aneh. Untuk itu kami berharap agar Seprianus Talan segera ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini” Tegas Herry.(Tim)

29,413 total views, 14 views today