Sun. Apr 18th, 2021

SURYATTS

Timor Tengah Selatan

Program Lisdes Desa Pollo Di Nilai Tak Tepat Sasaran

Pollo-Suryatts.com, Pengakuan dan fakta dilapangan tercuat dari beberpa orang masyarakat desa pollo kecamatan amanuban selatan kabupaten timor tengah selatan tentang pengelolaan listrik desa(lisdes) yang dinilai peruntukannya tidak tepat sasaran dan terindikasi banyak memuat banyak kepentingan sehingga merugikan masyarakat yang lebih membutuhkan program tersebut.

Hal ini diungkapan, Mesak Bana, Albinus Tse, Paulus Haumeni dan Yakop Selan yang semuanya merupakan warga masyarakat desa Pollo saat ditemui media ini. Kekecewaan ini muncul setelah masyarakat yang pada saat awal proses untuk mendapatkan bantuan ini nama mereka telah didata sebagai penerima manfaat namun dalam perjalanan setelah ktp dan materai enam ribu diberikan kepada pemerintah desa justru kades mengalihkan bantuan tersebut ke orang masyarakat lain yang sebenarnya tidak layak untuk menerima bantuan tersebut,

“Nama kami sudah terdata, bahkan ktp dan materai enam ribu yang diminta pihak pemerintah desa sudah kami berikan demi mendapatkan bantuan listik desa sesuai kriteria penerima bantuan yang layak menerima bantuan tersebut. Namun yang terjadi, waktu itu kades(sekarang mantan desa) memanggil kami dan memberitahukan kalau nama kami dialihkan ke orang lain tanpa informasi dan alasan yang jelas.” Ucap Mesak Bana

“Kemudian hal yang lebih mengecewakan kami, kembali terjadi dua bulan setelah nama kami dialihkan. Dimana, kami mendapat informasi kalau dusun kami akan mendapat bantuan listrik desa dari pemerintah. Namun yang terjadi, masyarakat yang awalnya sudah mendapat satu meteran listrik justru kembali mendapatkan meteran lagi sehingga mereka memiliki dua meteran listrik. Mantan desa yang awalnya sudah mendapat meteran listrik bersama beberapa perangkat desa juga kembali mendapat satu lagi meteran listrik. Bahkan anak dari perangkat desa pun mendapatkan bantuan meteran listrik padahal secara kriteria, mereka belum layak untuk menerima bantuan tersebut karena belum berkeluarga dan belum memiliki rumah sendiri. tapi tetap mendapatkan bantuan tersebut” Jelas Bana

Sesuasi informasi yang dihimpun media ini, kejadian ini telah diadukan secara tertulis kepada Bupati Timor tengah selatan pada tanggal 23 Maret 2019, dengan tembusan ke Kapolres, Kejaksaan dan Inspektorat Kabupaten Timor tengah selatan. Namun permohonan tersebut, tidak mendapat respon dari pemerintah hingga saat ini.(Kntbtr.AM)

37,004 total views, 12 views today